Beberapa Perusahaan Besar yang Diawali Usaha Sampingan

Pekerjaan sampingan tidak hanya menambah pendapatan atau menambah pengembangan potensi bagi seseorang. Pekerjaan sampingan juga mendatangkan banyak keuntungan, buktinya, banyak brand ternama dunia yang kelahirannya diawali ketika membuka bisnis sampingan.

Artinya, kendatipun sifatnya sampingan, bisnis ini ada potensi menjadi besar. Lalu apa saja bisnis yang awal mulanya sampingan lalu bisnis tersebut menjadi besar? Berikut beberapa bisnis yang awal mulanya sampingan lalu bisnis itu menjadi besar.

Apple. Inc
Siapa sangka ya, salah satu brand elektronik terkemuka yang lahir dari Amerika Serikat ini awal mula didirikan hanya sampingan saja. Apple berdiri berkat pemikiran dua orang genius yaitu Steve Jobs dan Steve Wozniak.

Ketika itu, Jobs sudah nyaman bekerja di Atari, sementara rekannya Wozniak, ia sudah nyaman bekerja di Hewlett Packard. Karena keduanya tergabung dalam serikat pekerja teknologi, keduanya sering bertemu dan berdiskusi perkembangan teknologi baru.

Sambil aktif bekerja, keduanya lalu sepakat mendirikan perusahaan komputer. Uniknya, kantor yang digunakan pada awal pembukaan perusahaan ini tidak langsung di gedung mewah seperti sekarang ini, Job hanya memanfaatkan ruang garasi orang tuanya yang sudah tidak terpakai.

Dari kerja-kerja lembur bagai quda, Steve Jobs berhasil menciptakan komputer Macintosh. Komputer ini sangat populer dan meledak penjualannya di pasaran. Macintosh menjadi cikal bakal komputer buatan Apple untuk produk-produk berikutnya.

Instagram
Aplikasi sosmed terkemuka, Instagram juga awal mula kemunculannya hasil dari kerja sampingan saja. Pendiri Instagram, Kevin Systrom dan Mike Krieger pada mulanya hanya menciptakan aplikasi check-in yang dikonsep seperti Foursquare.

Proses pembuatan aplikasi ini hanya dilakukan pada waktu luang saja, yaitu pada saat malam hari sepulang kerja.  Ruangan untuk berkantor pun tidak mewah, hanya satu ruangan sempit dan itu pun sewaan.

Setelah dua tahun mengudara, pada tahun 2012 aplikasi ini lalu dibeli oleh Facebook dengan harga tinggi. Instagram terjual mencapai 14 triliunan.

Under Armour
Sang pendiri, Kevin Plank bukanlah sebuah busnismen handal. Plank pada mulanya hanya atlet football di kampusnya University of Maryland.

Ia merasa pakaian olahraga football yang ia kenakan tidak nyaman. Pakaian yang dikenakannya tidak mampu menyerap keringat, terasa gerah, kasar, dan berat saat dikenakan.

Kondisi pakaian yang semacam ini membuat Plank iseng-iseng membuat pakaian olahraga sendiri. Pada tahun 1996 Plank mendirikan perusahaan Under Armour.

Pada awalnya proses produksi pakaian olahraga hanya dilakukan pada waktu senggang saja. Proses pengerjaannya pun dilakukan di rumah sendiri. Baru setelah 2 tahun usaha berjalan Plank membuka kantor sendiri. Under Armour kemudian mencatatkan pembukuan laba mencapai 56 triliunan rupiah.

Groupon
Groupon didirikan oleh Andrew Mason pada tahun 2006. Saat itu Mason iseng ingin menciptakan sebuah website yang memuat konten diskon produk makanan, minuman, maupun produk-produk lainnya.

Groupon dikerjakan disela-sela waktu luang, sebab Mason sudah menjadi karyawan di Lembaga Kebijakan Publik. Kini, Groupon sebagai salah satu website e-commerce kenamaan telah berhasil membukukan laba 22 triliunan per tahun. Menjadikan Groupon sebagai E-commerce terbesar kedua setelah Amazon.

Nah, ternyata usaha sampingan pun bisa menjadi besar kan kalau kita jalaninya sungguh-sungguh. Ayo, segera saja kalian buka usaha sampingan dari sekarang. Siapa tahu usahamu bisa bonafit dan berkembang menjadi meraksasa.


0 Response to "Beberapa Perusahaan Besar yang Diawali Usaha Sampingan"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Website ini dilindungi oleh Google DMCA. Dilarang keras menyalin (copy/paste) sebagian atau keseluruhan isi blog tanpa mencantumkan sumber link aktif dari website www.faronesia.com